POLISI


web stats

Jumat, 22 November 2013

FREESTYLE MY LIFE

Freestyle
Freestyle adalah kegiatan yang biasanya mengundang adrenalin. Freestyle ini adalah hobi yang dilakukan oleh sekelompok orang. Freestyle terdiri dari beberapa macam, yaitu freestyle bola, freestyle bmx, dll. Yang saya akan bahas adalah freestyle motor. Freestyle ini dilakukan menjadi seni tersendiri. Bagaimana kita melakukan hal tersebut dengan gaya-gaya yang extrim.
Freestyle motor ada 3 teknik, yaitu :
1. Stoopie
2.Wheelie 
3. Burn Out

1.Stoopie



Dikalangan Freestyler atau stunt man Trik ini bisa disebut dengan stoppie, nose wheelie atau endo (end over end).Trik berkendara sepeda motor dimana roda belakang diangkat naik dan sepeda motor itu ditunggangi bertumpu di roda depan,membuat perasaan anda akan jatuh dan wajah anda mencium tanah.Yang harus di perhatikan dalam aksi stoppie ini anda membutuhkan sepeda motor tentunya,helm berstandar DOT/SNI dengan
visor bening,sarung tangan,pelindung badan jaket,celana jins,sepatu,pelindung siku dan lutut.
Trik Stoppie antara lain:
1. Cari tempat lapangan dan aman atau dijalan yang sepi tidak ada orang sama sekali,ingat jangan dilakukan di jalan raya.Masukkan gigi 1 dan jalankan sepeda motor perlahan_lahan,kira_kira 20/30 km/jam sebagai permulaan.
2. Mengatur posisi badan agak nungging dengan tangan menekan setang untuk memindahkan beban ke sokbreker depan.
3. Tekan tuas rem perlahan sampai roda depan terkunci, ini untuk merasakan respon disk brake.
4. Saat ban belakang mulai terangkat,tetap tarik tuas rem,saat ban belakang/buntut motor udah kelewat tinggi,lepas tuas rem depan agar roda depan berputar dan roda belakang kembali turun.
5. Ketika ban belakang terhempas k aspal, buka gas dengan halus sambil mengatur keseimbangan badan.
6. Untuk menjaga keseimbangan badan,jangan menginjak pedal rem belakang saat wheelie.
7. Lakukan latihan dasar ini secara berulang_ulang sampai anda pede dengan kecepatan lebih tinggi dan roda belakang terbang tinggi.

 Stoopie 1

 

 Nah kita masuk langkah ke 2 yaitu wheelie atau bisa disebut standing.
                     
Sebelum melakukan wheelie ada baiknya motor yang kita pake harus sedikit di modifikasi, saya cukup mengganti gir belakang dengan ukuran 50 dari standar 42, mengganti per kopling standar dengan merk racing, mesin standar tidak ada yang di rubah. Jangan lupa sebelum melakukan aksi wheelie kita harus memakai pelindung diantaranya; sarung tangan, helm dengan standar SNI/DOT, jaket, pelindung siku, lutut, sepatu. Cara'nya:
1. Mengatur posisi duduk sebelum wheelie
  Mengatur posisi duduk saat wheelie ada tekniknya....dalam keadaan posisi motor jalan perseneling gigi 1 dengan duduk biasa dalam mengendarai motor dengan menekan rem depan badan agak menekan sokbreker depan lalu sok depan akan mengangkat untuk membatu wheelie kondisis badan agak menarik stang ke belakang kemudian buka gas sedikit_sedikit antara 3000/4000 rpm (pada motor scorpio 225) bersamaan kopling di lepas secara kaget, jangan lupa kaki siap menginjak rem belakang.

 2. Dalam keadaan wheelie
 kita harus bisa menyeimbangkan badan supaya motor bisa stabil saat ban depan naik ke atas. lalu masukan perseneling gigi 2, tarik putaran gas agar tidak membiarkan roda depan motor turun karena inersia, dan menemukan titik keseimbangan yang di atas motor anda adalah roda depan tetap di udara.
Titik keseimbangan dapat ditemukan dengan bersandar pada sisi belakang motor, sehingga pusat gravitasi dari seluruh sistem (Anda dan motor) berada di tengah, dan Anda dapat bertahan lama. Namun berhati-hati jangan sampai menggeser posisi tubuh di sisi belakang, karena Anda akan cenderung jatuh, dan rem belakang Anda tetap siap untuk situasi seperti itu.








  Masuk trik yang terakhir adalah burn out.
Trik burn out ini lebih gampang dari trik stoppie dan wheelie, caranya:
1. Motor dalam keadan standbye lalu masukan perseneling gigi 1 dengan menekan rem depan oleh dua jari kanan sementara jari sebelah kiri menarik kopling kemudian putar gas sedikit_sedikit antara 7000-8000 rpm dengan membuka kopling perlahan_lahan sambil menjaga rem depan yang digenggam erat.
2. Pastikan badan anda berdiri tegak dengan kaki membentuk hurup A sehingga paha anda dan lutut menahan sepeda motor jika terlalu banyak ke kanan atau terlalu banyak ke kiri.
3. Terus mempercepat gas supaya ban belakang banyak membuat asap. Setelah selesai, tarik di kopling atau melepaskan gas dengan ibu jari kanan anda.


 SELAMAT MENCOBA!!













Jumat, 08 November 2013

Cornering

Ini dia, di jaman sekarang cournering atau ngeplek sangat disukai oleh kaum muda. Entah kenapa sangat di senangi oleh kaum muda, padahal hal kegiatan ini sangat berbahaya jika di lakukan di jalan umum (liaran). Pada awalanya cournering hanya di lakukan pada balapan-balapan yang ada di sirkuit. Tetapi dengan perkembangan jaman yang Motor Sport di jual bebas di umum, cornering pun kini dapat di lakukan di jalan raya yang mempunyai seni tikungan yang menantang. Biasanya kegiatan ini di lakukan di jalan gunung yang berkelok kelok. "Cukup menantang tapi kami tidak berfikir berbahayanya," ucap salah satu anggota NNX. Mungkin jika hobi ini ingin di salurkan sebaiknya jangan di jalanraya. Karena membahayakan orang banyak. Sebaiknya disirkuit lebih baik, pengguna jalan aman dan para rider juga aman.

Contoh Cornering style :
-biasanya ban yang di gunakan seperti gambar di bawah, bentuk setengah lingkaran agar saat knee down bisa maksimal






















Sepeda Motor yang biasanya di gunakan untuk atau cocok untuk cornering
-CBR150 dan CBR250







 -Yamaha Jupiter MX


-Kawasaki Ninja 150 dan Kawasaki Ninja 250
















Touring Fire

Mungkin sebagian besar orang menggemari hobi ini. Hobi ini di gemari orang orang karena kesenagan tersendiri yang ada pada diri manusia Indonesia. Touring ini adalah kita berpergian di mana suatu tempat yang jauh menggunakan sepeda motor. Saking hobinya dengan touring ini, di Indonesia sudah banyak sekali tercipta club-club besar yang mereka saling menjalin persaudaraan yang sangat kuat. Dengan adanya touring ini, persahabatan di jalan raya sungguh terasa walaupun di tiap kali kita tidak mengenal orang orang yang ada.
Saya akan berikan contoh-contoh club yang ada di Indonesia (sebagian mempunyai Chapter)
1. YVCI (Yamaha Vixion CLub Indonesia)







2. YMCI (Yamaha MX Club Indonesia)







3. HTCI (Honda Tiger Club Indonesia)






4. BYONIC (Byson Yamaha Owner Indonesia Club)







5. HSX125






6.HMPC (Honda Mega Pro Club)






 7.KNC (Kawasaki Ninja Club)






8.HCST (Honda City Sport Team)





Jika anda tertarik dan mempunyai motor di salah satu club dari beberapa club di atas dapat ikut dan cari di kota anda, pasti sudah banyak yang ada.


Anda bingung dengan motor anda ? saya akan beri solusi me-modif motor anda hingga patut untuk touring. Ada beberapa kriterianya yaitu
-Ban strandar atau besar
-Spion berjumlah dua
-Bisa di lengkapi dengan box
-Mempunyai SIM (surat ijin mengemudi)

Berikut contoh-contoh modif touring
















Minor Fighter

Bagi sebagian orang, modifikasi secara minimalis dengan mencopot semua bodi hanya tersisa mesin dan sasis, mungkin terlihat aneh. Namun tidak bagi Minor Fighter (MF). Modifikasi ekstrem tersebut sebagai ekspresi ketidamapanan untuk mendapatkan kepuasan.
Modifikasi yang di lakukan dengan mengganti semua bodi motor dengan bodi yang minimalis dari limbah moge. Modifikasi yang dilakukan yakni dengan membuat setang baplang, buntut buntung, plus kaki-kaki gede. Mulai dari sok up side down, pelek, swing arm, monoshock, seperangkat rem, gir belakang dan perangkat penghenti laju. Tapi tetap menggunakan rantai standar dengan gir belakang yang ditipisin menyesuaikan rantainya serta pelek.  Perubahan tampilan bodi-bodi dibuat ulang dengan mengunakan bahan fiberglass dan di cetak. Setelah dicat warna menyala agar tampilanya enak dilihat. Ukuran pelek, ban dan warna tergatung pesanan dari bikers. Untuk memodifikasi motor mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 30 juta. Bahkan bisa lebih. Ekspresi menunggangi motor dapat maksimal dan puas dengan melalui jalan jalur alternatif, karena jarang berpapasan dengan kendaraan yang lain.  Selain itu, jarak tempuh yang di lalui lebih lama serta bertanya-tanya menjadikan petualangan berkendaraan motor buntung MF. Tetap memperhatikan kelengkapan berkendara di jalan raya dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.